Jumat, 27 Januari 2012 0 komentar

a "REAL" love

My mom only had one eye. I hated her… She was such an embarrassment. She cooked for students and teachers to support the family.

There was this one day during elementary school where my mom came to say hello to me. I was so embarrassed.

How could she do this to me? I ignored her, threw her a hateful look and ran out. The next day at school one of my classmates said, ‘EEEE, your mom only has one eye!’

I wanted to bury myself. I also wanted my mom to just disappear. I confronted her that day and said, ‘ If you’re only gonna make me a laughing stock, why don’t you just die?’

My mom did not respond… I didn’t even stop to think for a second about what I had said, because I was full of anger. I was oblivious to her feelings.

I wanted out of that house, and have nothing to do with her. So I studied real hard, got a chance to go abroad to study.

Then, I got married. I bought a house of my own. I had kids of my own. I was happy with my life, my kids and the comforts. Then one day, my Mother came to visit me. She hadn’t seen me in years and she didn’t even meet her grandchildren.

When she stood by the door, my children laughed at her, and I yelled at her for coming over uninvited. I screamed at her, ‘How dare you come to my house and scare my children!’ GET OUT OF HERE! NOW!!!’

And to this, my mother quietly answered, ‘Oh, I’m so sorry. I may have gotten the wrong address,’ and she disappeared out of sight.

One day, a letter regarding a school reunion came to my house. So I lied to my wife that I was going on a business trip. After the reunion, I went to the old shack just out of curiosity.

My neighbors said that she died. I did not shed a single tear. They handed me a letter that she had wanted me to have.

‘My dearest son,

I think of you all the time. I’m sorry that I came to your house and scared your children.

I was so glad when I heard you were coming for the reunion. But I may not be able to even get out of bed to see you. I’m sorry that I was a constant embarrassment to you when you were growing up.

You see……..when you were very little, you got into an accident, and lost your eye. As a mother, I couldn’t stand watching you having to grow up with one eye. So I gave you mine.

I was so proud of my son who was seeing a whole new world for me, in my place, with that eye.

With all my love to you,


Jumat, 06 Januari 2012 0 komentar

Kesehatan Indonesia 2012



Tahukah anda berapa anggaran kesehatan negeri ini? 20%? 15%? 10%? Anda salah…. Jawaban yang benar adalah HANYA 2%. Bandingkan dengan Timor Leste, saudara tetangga kita yang menganggarkan 12% APBN nya di bidang kesehatan. Mahalnya biaya kesehatan mungkin inilah yang dirasakan sebagian besar masyarakat kita. Pembiayaan kesehatan saat ini lebih banyak dikeluarkan dari uang pribadi, dimana pengeluaran kesehatan yang harus dikeluarkan oleh seseorang mencapai sekitar 75-80 persen dari total biaya kesehatan dan kebanyakan pembiayaan kesehatan ini berasal dari uang pribadi yang dikeluarkan ketika mereka memanfaatkan pelayanan kesehatan. Sekali berobat untuk penyakit flu saja bisa menghabiskan lebih dari 150 ribu rupiah. Jumlah yang terbilang besar untuk sebagian besar masyarakat kita. Tidak heran sebagian besar masyarakat mulai menuduh dokter, pabrik obat dan pihak lain mengambil untung yang sangat besar dari penyakit seseorang. Secara keseluruhan, total pengeluaran untuk kesehatan di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga. Yang jadi pertanyaan, apakah benar biaya kesehatan di luar negeri lebih murah? Ternyata tidak, biaya dokter dan obat serta pemeriksaan laboratorium juga sama mahalnya, bahkan lebih mahal. Lalu mengapa penduduknya tidak memprotes? Jawabannya…. Karena mereka dilindungi oleh jaminan kesehatan dan subsidi. Sebelum mereka sakit mereka sudah “dipaksa menabung” sehingga mereka tidak kesulitan ketika harus mengeluarkan dana tak terduga untuk kesehatan. Di negara kita pun kita juga “dipaksa menabung” lewat pajak, namun anggaran kesehatan kita masih minim sehingga tidak semua orang terlindungi oleh jaminan kesehatan. Lebih lanjut, cakupan asuransi amat terbatas, hanya mencakup pekerja di sektor formal dan keluarga mereka saja, atau hanya sekitar sepertiga penduduk dilindungi oleh asuransi kesehatan formal. Meski demikian mereka yang telah diasuransikan pun masih harus mengeluarkan sejumlah dana pribadi yang cukup tinggi untuk sebagian besar pelayanan kesehatan. Akibatnya kaum miskin masih kurang memanfaatkan pelayanaan kesehatan yang dibiayai oleh pemerintah. Dampaknya, mereka menerima lebih sedikit subsidi dana pemerintah untuk kesehatan dibandingkan dengan penduduk yang kaya. Akibatnya ketika seseorang sakit dia harus menguras dompetnya untuk menutup biaya kesehatan.
Karena itu memprioritaskan anggaran pemerintah yang terbatas ini untuk penyediaan kesehatan publik (seperti imunisasi dan perawatan/untuk mengontrol penyakit menular) menjadi sangat penting untuk untuk menjamin kontrol serta pengelolaan sektor kesehatan secara menyeluruh. Hal tersebut juga penting untuk mendorong serta menjamin kualitas pelayanan kesehatan dan untuk menyediakan sejumlah pelayanan kesehatan dimana pasar tidak mampu menyediakannya (seperti pendidikan dan informasi mengenai kesehatan). Sementara itu penyediaan fasilitas kesehatan merupakan prioritas kedua, kecuali di wilayah dimana terdapat kegagalan mekanisme pasar, misalnya sektor swasta tidak mampu atau tidak ingin menyediakan sejumlah pelayanan kesehatan.








 
;